 |
How does it
so difficult to Start..
_____________________________________________________________
A simple question
with a simple answer, but it is always difficult to do. Why ?
It is not easy to start doing
something new for many people. But it is easy for people who harvest
success in their life. They have a confidence to do, since there
is an opportunity to seccess. People do
not do anything will never get success in their life. So many
simple examples to prove that it is happen in life. Find the motivational
article to increase your confidence to start things in your life.
Read full article on this issue, just follow this link. Read Full
Article (in Bahasa)
Segala sesuatu bermula dari Mulai
Oleh : Suheri
Pengarang Buku : Jangan Cuma Bermimpi, Mulai Saja!
Coba bayangkan bangunan-bangunan yang ada, bayangkan menara petronas
yang menjulang, bayangkan menara World trade Center yang tinggi
sebelum hancur oleh tragedi 11 September 2001, bayangkan menara
Empire State yang tinggi, bayangkan tugu monas, bayangkan rumah
anda, akankah semua itu ada jika tidak diawali dengan seonggok
bahan untuk membangunnya ? Mungkinkah itu terjadi jika tidak ada
yang mulai mengolah seonggok bahan tersebut menjadi bagian dari
bangunan ? Semua dimulai dari sesuatu yang sangat simple, yaitu
memulai itu sendiri.
Kita ambil contoh yang lebih sederhana. Coba bayangkan ketika
anda akan berpergian ke suatu tempat, ke kantor misalnya. Akankah
anda sampai jika anda tidak mulai melangkah ? Jika anda mulai
melakukannya, walaupun hanya dengan seonggok bahan, walaupun hanya
dengan satu langkah, dan anda tidak berhenti maka anda akan sampai
kepada tujuan. Walaupun dalam perjalanan menuju tujuan tersebut
banyak hal yang ditemui, yang bisa menghambat atau mengubah skenario
pencapaian tujuan, tapi dengan telah anda lakukan langkah awal
“MULAI” maka anda telah melakukan suatu kemajuan besar
dalam pencapaian itu.
Mengapa memulai sesuatu merupakan kunci keberhasilan anda ? Karena
dengan memulai berarti anda telah menuju keberhasilan tersebut.
Tapi jika anda tidak pernah memulainya maka anda tidak akan pernah
sampai kepada keberhasilan tersebut, bahkan tidak akan pernah
mampu mendekatinya sekalipun.
Apakah sesederhana itu ? Iya. Dengan memulai sesuatu, apapun itu,
keberhasilan tinggal menunggu waktu.
Lima tahun lalu saya diskusi dengan seorang teman, yang punya
rencana besar untuk menjadi seorang enterprenuer yang sukses.
Dalam situasi krisis ekonomi yang sangat parah, maka berbagai
rencana dan scenario telah disusunya dengan rapih. Semuanya masuk
akal dan rasanya kenberhasilan tinggal menunggu wakktu. Bayangan
keberhasilan tersebut sduah sangat terlihat jelas di matanya,
bahkan saya yang mendengarnya cukup yakin bahwa dia bisa mendulang
sukses. Sebagai seorang teman saya memberikan beberapa nasehat
supaya keberhasilan tersebut bukan hanya angan-angan belaka, yaitu
‘lupakan rencana besarmu, mulailah keyakinan itu setelah
kita bicara, walaupun hanya dengan langkah kecil’. Sambil
berlalu saya memberikan dorongan bahwa semua itu hanya akan tinggal
rencana jika kamu tidak mulai, hari itu juga. Dan ternyata rencana
tinggal rencana, apa yang saya sarankan tidak dilakukan, lima
tahun kemudian ketika saya bertemu lagi dan bercerita tentang
apa yang pernah saya bicarakan dengannya, hanyalah sebuah mimpi,
dan dia tidak berbeda dari kondisi yang saya temui lima tahun
yang lalu. Kenapa bisa terjadi ? Karena dia tidak pernah memulai
apa yang telah dipikirkannya dengan matang, walaupun hanya dengan
suatu langkah awal yang kecil, bahkan lebih sayang lagi, dia terjebak
degan rencana yang sangat komplek sehingga membuatnya ragu-ragu
untuk memulai apa yang telah dipikirkannya dengan sangat baik
itu.
Sebaliknya dengan memulai sesuatu, maka langkah-langkah selanjutnya
tinggal mengalir mengikuti waktu dan dalam perjalanan tersbut
keyakinan kita akan tumbuh, apalagi kita telah melihat hasil dari
setiap langkah yang telah dilakukan dan ini merupakan sumber energi
yang mendorong kita untuk lebih giat lagi dalam mencapai apa yang
ingin kita ujudkan.
Keberhasilan itu tidak ditentukan dari seberapa besar rencana
yang kita buat melainkan ditentukan oleh seberapa besar keberanian
kita untuk memulai sesuatu.
Saya teringat pada suatu ketika saya mebaca sebuah artikel di
sebuah majalah, yang saya sudah lupa, namun saya masih ingat dengan
baik apa yang disampaikan oleh majalah tersebut saat mewawancarai
seorang pengusaha sukses di Jakarta, yaiut Bapak Bob Sadino. Belaiau
berhasil mengembangkan usahanya dengan sangat baik, setelah melanglang
buana ke negri orang, kemudian kembali ke Indonesia untuk memulai
suatu usaha berternak ayam dan menjual telor. Ketika belaiu ditanya
wartawan, apakah beliau sudah merasa sukses saat diwawancarai
dengan beberapa pabrik dan pusat perbelanjaan yang dimilikinya,
dengan ringan tapi mantap beliau menjawab bahawa beliau menganggap
sukses itu bukan saat itu, melainkan pada saat kilo pertama beliau
berhasil menjual telor ayam. Suatu yang sangat masuk di akal.
Kalau saja beliau tidak memulai menjual telor ayam maka beliau
tidak akan seberhasil saat itu, karena dari sanalah kemudian usahanya
berkembang sampai dengan wawancara itu dilaksanakan.
Kalau saja Bob Sadino tidak mulai membeli beberapa ekor ayam untuk
dipelihara dan kemudian mulai menjual telor-telor tesebut, maka
usahanya tidak akan pernah ada. Pencapaian-pencapaian lain kemudian
mengalir dengan setiap kemajuan-kemajuan kecil yang didapatkannya
dalam perjalan usaha tersebut. Suatu pemikiran yang sederhana,
tidak berbelit-belit. Memulai sesuatu walaupun kadang-kadang tidak
diikuti dengan suatu perencanaan yang komplek akan menjadi jaminan
keberhasilan dalam setiap langkah kita.
Kadang-kadang memulai sesuatu tidaklah harus dengan suatu rencana
yang matang. Jika ada ide, dapat langsung dimulai. Hal-hal lain
dengan sendirinya akan mengikuti. Pada saatnya nanti setiap aspek
akan dengan sendirinya dapat dilakukan dan dilalui. Resiko, hambatan
dan rintangan dengan sendirinya akan ada jalan keluarnya. Apabila
kita menghadapinya dengan sendirinya akan ada solusinya. Tergantung
seberapa kuat keinginan kita untuk meraih sukses tersebut, dengan
sendirinya setiap hambatan dan masalah tersebut akan dapat diatasi.
Ini perlu dicamkan karena, banyak sekali kekhawatiran orang untuk
memulai sesuatu karena takut tidak menguasai, takut karena tidak
punya pengalaman, takut resiko, takut ini, takut itu, sehingga
mengakibatkan mereka berjalan di tempat. Tidak sedikit orang yang
punya pendidikan seadanya, karena tidak terlalu banyak kekhawatiran
sehingga mereka mealakukan saja apa yang semestinya dilakukan
dan menghadapi hambatan dengan baik pada saat hambatan itu datang
dan kesuksesan kemudian memihak mereka. Mereka tidak mengerti
apa namanya strategy, apa itu planning, tapi mereka hanya me-MULAI
apa yang bisa mereka lakukan kemudian mereka sukses dengan usahanya.
Bahkan kemudian mereka memperkerjakan orang-orang yang mempunya
pengetahuan yang jauh lebih laus dari mereka, tapi dari segi keberhasilan
mereka adalah jagonya.
Untuk menjadi sukses, background, pengetahuan, atau pendidikan,
tidak selau menjadi faktor penentu
Pada tahun 95, ketika hari Sabtu, saat saya libur kerja, saya
berkunjung ketempat adek saya, dengan tujuan menjeputnya untuk
berjalan-jalan. Sesampainya saya ditempat kerjanya saya diminta
menunggu dikursi kosong tepat di samping seorang customer yang
ditemani seorang temannya yang sedang memproses pembelian sebuah
kendaraan minibus. Dengan penampilan seadanya dan bahkan sangat
sederhana, keingintahuan saya tentang customer tersebut menjadi
sangat besar. Ketika ada kesempatan untuk bicara dengan customer
tersebut, pada saat mereka menunggu proses administrasi saya berusaha
menggali siapa sesungguhnya customer tersebut, usaha apa yang
ditekuninya, dan bagaimana dia memulainya.
Dari hasil pembicaraan saya, saya menagkap kesederhanaan yang
tidak saya duga sebelumnya, ternyata berbuahkan hasil yang baik.
Customer yang membeli minibus tersebut punya latar belakang pendidikan
yang sangat minim, tidak tamat SD bahkan belum sempat mempelajari
tulis baca. Karena pengetahunanya yang terbatas itulah dia membawa
seorang teman untuk membantunya dalam proses administrasi yang
akan dialuinya pada saat pembelian kendaraan tersebut.
Beliau berkeinginan untuk memperoleh penghidupan yang lebih layak
dengan penghasilan yang baik. Hal ini telah mendorongnya untuk
memulai sesuatu usaha. Tampa perencanaan yang muluk-muluk dan
teori yang macam-macam, dengan bekal uang yang hanya ada Rp. 700.000,
beliau meMULAI usahanya, sekitar 2 tahun (?) sebelumnya. Customer
tersebut bermukim di Jakarta Timur, dengan modal tersebut langsung
berangkat ke Cibinong untuk mencari orang yang punya lahan kosong
untuk ditanami pohon singkong. Dalam pembicaraan dengan pemilik
lahan, semua modal tersebut dijadikan modal untuk menanam sinngkong
dan perawatannya, tapi dengan syarat bahwa hasilnya nanti harus
dijual kepada customer tersebut. Kesepakatan tersebut didapatkan,
kemudain beberapa bulan setelah pohon tersbut dapat dipetik daunnya,
si customer mendatangi pemilik lahan untuk membeli daun singkong.
Seikatnya dengan ukuran dan kualitas yang ditentukaan seharga
Rp. 500,-. Setelah itu customer tersebut berusaha untuk mendekati
warung-warung padang sepanjang perjalanan dari Cibinong ke Jakarta
untuk mendagangkan daun singkong yang akan dibelinya dengan harga
Rp. 2000,-. Dengan jaminan kaulitas daun singkong yang dibawanya
dalam sekejap customer tersebut mendapatkan langganan tetap. Pagi-pagi
beliau berangkat ke Cibinong membawa daun singkong, kemudian mendistribusikannya
kepada seluruh langganannya dalam perjalanan pulang ke Jakarta
yang beberapa di antaranya hanya membeli satu samapi dua ikat
saja. Beliau bisa menjual sebanyak sekitar seratus ikat per hari.
Dengan margin keuntungan Rp. 1.500,- per ikat dikurangi ongkos
transport sekitar Rp. 500 per ikat, beliau mengantongi untung
Rp. 1.000 per ikat. Dengan demikian setiap bulannya customer tersebut
mendapatkan hasil sekitar Rp. 100.000 per hari atau sekitar Rp.
3.000.000 per bulan, bayangkan dengan gaji seorang Sarjana yang
baru tamat pada perusahaan besar waktu itu sekitar Rp. 500.000
per bulan.
Dengan penghasilan rutin tersebut, beliua berusaha untuk mendapatkan
kendaraan dengan leasing yang angsurannya sekitar Rp. 750.000
per bulan, yang berarti masih tersisa penghasilan sekitar Rp.
2.250.000 per bulannya. Dan pada saat saya bertemu dengan customer
tersebut, beliau sedang membeli mobil ke-empat dan pada waktu
itu sudah punya rencana untuk melebarkan usahanya dengan pola
yang sama pada komoditi yang lain, seperti cabe, bawang, dll.
Sering sekali kita terbentur pada saat yang awal, yaitu saat kita
harus memulai. Banyak calon-calon pengusaha yang punya kemampuan
luar biasa tidak pernah menjadi pengusaha karena tidak mau memulai
sesuatu. Kebanyakan hambatan itu datang dari dirinya sendiri,
berupa kekhawatiran-kekhawatiran, rencana yang terlalu kompleks,
ingin segera mendapatkan hasil tinggi, dan lain-lain sehingga
menghambat mereka untuk melangkah dan memulai usahanya. Dengan
berjalannya waktu, kesempatan itu kemudian diperoleh oleh orang-orang
yang punya keberanian dalam memulainya, bahkan tidak jarang mereka
kemudian menyesali diri setelah melihat orang lain bisa berhasil
dengan ide dan pikiran yang sama dengan yang pernah dipikirkannya
di masa lalu. Bedanya hanyalah pada siapa yang mau memulai dan
siapa yang hanya berfikir untuk memulainya, tanpa pernah menjadi
nyata. Kadang-kadang ide itu hanya sederhana, tapi hasilnnya bisa
luar biasa. Tidak ada yang bisa dipandang spele akan hasil yang
akan kita peroleh sebelum kita memulainya. Karena dengan kita
memulai sesuatu dengan sendirnya akan timbul ikutan-ikutan lain
yang luar biasa yang kadangkala tidak pernah kita sadari dari
awal.
Pada tahun 1996, Seorang teman bercerita kepada saya bagaimana
salah satu diantara temannya semasa di Sekolah Dasar memulai usaha
setelah tempatnya bekerja sebagai penjaga toko kelontong terbakar.
Dengan modal beberapa ratus ribu hasil pesangon yang diperolehnya,
dengan menjual pakaian dalam wanita ke kantor-kantor, kemudian
dia berhasil menjadi salah seorang grosir pakaian dalam dengan
merek ternama yang memiliki toko yang cukup besar di pusat perbelanjaan
Mangga dua dan memperoleh kekayaan pribadi yang tinggi. Apa yang
diperolehnya jauh melebihi apa yang diperolehnya sebagai seorang
General Manager dari suatu perusahaan yang cukup ternama.
Keinginan temannya itu untuk berhasil dengan usaha sendiri telah
mendorongnya untuk memulai sesuatu, yaitu dengan uang pesangon
tersebut, semuanya dibelikan pakaian dalam wanita, kemudian dijualnya
dari satu kantor ke kantor yang lain Jika dia tidak mulai membeli
kemudian menjajajkannya maka dia tidak akan berhasil punya usaha
sendiri, mungkin akan tetap jadi karyawan yang jauh berbeda dari
sebelumnya.
Untuk memulai sautu usaha sering sekali faktor modal dijaikan
hambatan. Tidak semua keberhasilan diawali dengan modal berupa
uang. Cerita seorang General Manager yang berusaha memulai sesuatu
dengan cara membina kebersamaan dengan para peternak ayam merupakan
salah satu contoh bahwa modal dan uang tidak harus menjadi hambatan
bila kita ingin sukses. Pelajaran yang sama juga kita dapatkan
bahwa kelengkapan pengetahuan juga bukan merupakan hambatan untuk
memulai sesuatu, karena dengan kita memulai sesuatu dengan sendirinya
kita akan belajar dan lebih mengetahui dan mendalami apa yang
kita kerjakan. Walaipun mulanya dia tidak mengerti tentang tata
cara berternak ayam, namun kemudian dia mengetahui dari mana harus
mempelajari tentang ayam, melalui interaksinya dengan para peternak
ayam.
Juan “Chi Chi” Rodrigues tidak melihat modal, pengetahuan,
dan keberadaan lapangan golf sebagai hambatan untuk memulai keinginanannya
menjadi pemain golf yang baik sebagai upaya untuk memenuhi mimpinya
untuk membeli sepeda. Dalam keterbatasan yang ada tersebut dia
berusaha memulai mimpinya dengan kreatif menggunakan dahan pohon
dan sepotong pipa sebagai stick, kaleng kosong yang dipukul disulap
jadi bola, dan lapangan rumput yang dibuatkan lobang sebagai lapangan
golf. Hal ini menujukkan bahwa dalam hidup ini bukan masalah di
mana anda memulai, tapi bagiamana anda memulai.
Sebenarnya tidak ada hambatan untuk memulai sesautu dalam upaya
mencapai objektif anda, karena anda dapat melakukannya dengan
berbagai macam cara dari manapun. Anda tinggal melihat apa yang
anda punya dan apa yang anda miliki, kemudian atas dasar itu lakukanlah
sesuatu yang bisa anda lakukan tanpa melihat lagi batasan-batasan
yang dapat menghambat anda yang akan menunda apa yang semestinya
dapat anda lakukan sehingga objektif anda tidak hanya tinggal
menjadi mimpi.
Setelah anda selesai membaca sampai di sini, coba anda pikirkan
apa yang segera harus anda lakukan, sekecil apapun, untuk dapat
mewujudkan objektif yang telah anda tetapkan terdahulu. Jangan
lagi buang-buang waktu. Anda tidak perlu memikirkan hasilnya dan
anda tidak perlu memikirkan betapa susahnya, tapi mulailah dari
hal yang bisa anda lakukan saat ini juga. Kesuksesan anda berawal
di sini. Jika saat ini anda tidak memulainya, maka kecil kemungkinan
anda akan mencapai apa yang telah anda tetapkan, karena hal yang
tersulit dalam mencapai sesuatu adalah saat MEMULAINYA, bukan
pada saat merencanakannya. Karena dengan memulai dengan sendirinya
semuanya akan mengalir dengan sendirnya, baik itu ide, kreativitas,
dana, solusi, dll.
by Suheri - SuheriCenter.com
Get your Free motivation tips and techniques at the SuheriCenter.com
Web site. Visit www.SuheriCenter.com now!
As long as it's reprinted in its entirety
and the signature line remains intact, editors and publishers
are free to reprint this article. Just direct a courtesy copy
to suheri_lbs@yahoo.com
|