About
Suheri
Cibubur, Jakarta, Indonesia.
Pimpinan Lembaga Keuangan, Penulis buku "Jangan Cuma Bermimpi,
Mulai Saja !", Seorang Motivator, Pembicara untuk Topik
HR, Service, Proses Bisinis dan Syariah
"
Membuat hidup bermakna adalah tujuan semua orang. Saya mengajak
siapapun untuk mengembangkan seluruh potensi diri sehingga
bisa memberikan makna dalam kehidupan. Berilah makna hidup
ini, selagi masih punya waktu !"
|
|

Explore
6 Prinsip untuk sukses dalam buku Jangan Cuma Bermimpi, Mulai
Saja !
|
| |
|
Tianshi
International
FIND YOUR DOMAIN
|
|
|
|

Jadikan hidup lebih bermakna |
Buku
Suheri
Published,
Sept 2005 |
| Fokus
Salah
satu hal yang membuat seseorang berhasil adalah tergantung
pada seberapa fokus dia berusaha mewujudkan cita-citanya.
Michael
Phelps yang lahir pada 30 Juni 1985, berhasil memecahkan semua
rekor renang selama olimpiade musim panas tahun 2008 di China,
karena satu alasan, fokus. Dia fokus untuk memecahkan rekor
olimpiade tahun 1972 atas nama Mark Spitzer’s, dan berhasil
memegang 8 rekor dunia.
Fokus
ditunjukkannya dengan tidak pernah ketinggalan satu pun latihan
dari usia 12 sampai dengan 17 tahun, dan pada tahun 2008 dalam
usia 17 tahun dia mewujudkannya.
Apapun
hal negatif yang ditulis jurnalis tentang dirinya tidak membuatnya
putus asa, sebaliknya membuatnya lebih bersemangat dengan
menyimpan tulisan tersebut kedalam lokernya untuk digunakan
sebagai inspirasi.
Bagiamana
dengan Anda. Apakah Anda sudah cukup fokus dalam mewujudkan
cita-cita Anda, dan bagaimana Anda bisa mengubah kririk menjadi
kesempatan ?
|
| Baca
artikel Katakan Bisa Suheri,
5.58 pagi, 3 Januari 2008
Benarkah jika kita menginginkan sesuatu,
kita akan mampu mewujudkannya dengan kekuatan pikiran ?
Apakah benar-benar kekuatan pikiran yang membantu kita mewujudkannya
atau ada hal yang lain ? Lebih lanjut untuk membacanya
klik di sini
|
 |
Sebagai
Pembicara pada 2nd Asian Conference on Takaful (Insurance)
27th March 2007 di HILTON Hotel Singapore dihadiri > 150
peserta dari >25 negara dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika,
dan Australia. |
| Kata-kata
Mutiara Oleh Suheri Suheri,
2006 - 2007
The
limit is in your-inner self, the sky is only a horizon view..
If something blows up, you can not fix
it back to its original.
Animals find things to eat, human can create things to eat.
Nothing can be happen until you start
with a step to make it happen.
If the sky is clear, the stars can be seen clearly, but even
tough it’s covered by cloud, there are still stars exist.
So never give up, as long as you try to see it, you will see
it.
Everything just consistently 
changed; to be exist people have to change. No one can preserver
from this nature law.
Take your time precisely before you have been taken by it.
Look after for your valuable dignity
before you look for it after.
There are two welcome and two farewells in life, be a part
of the world and be a part of the team for the welcome and
out of the world and out of the team for the farewell. These
will be happened and it is involved happiness and sadness,
you have to realize that.
Hope is one of the reason why people
alive. Keep your hope, try and start something to make it
happen.. (26 September 2006).
By trusting yourself, you will be trusted by others (April
1, 2007) |
 |
Seminar
motivasi pada salah satu perusahaan Jasa Terkemuka |
| Katakan
Bisa
Suheri, 5.58 pagi, 3 Januari 2008
Mengapa
jika kita mengatakan saya bisa, saya sanggup, saya mampu kemudian
akan terbukti bahwa kita memang mampu melakukannya ? Benarkah
jika kita menginginkan sesuatu, kita akan mampu mewujudkannya
dengan kekuatan pikiran ? Apakah benar-benar kekuatan pikiran
yang membantu kita mewujudkannya atau ada hal yang lain ?
Setiap
kata-kata kemampuan yang kita ucapkan sesungguhnya akan memberikan
daya dorong yang sangat besar dan akan meberikan kita jalan
dalam mewujudkan apa yang diinginkan. Namun untuk membuktikan
bahwa apa yang kita katakan tersebut bisa terjadi tidaklah
semudah membalikkan telapak tangan. Ada konsekwensi logis
dari perkataan tersebut yang harus mengikutinya. Jika tidak
maka tidak akan ada sesuatu pun yang akan terjadi. Perkataan
akan menjadi enabler apabila disertai dengan komitmen. Apabila
tidak disertai dengan komitment, perkataan tersebut tidak
lebih daripada pembohongan terhadap diri sendiri.
Keraguan
akan kemampuan diri untuk mewujudkan apa yang kita katakan
akan selalu muncul dalam setiap kata yang kita ucapkan jika
kita tidak dengan sungguh-sungguh menginginkannya.
Keraguan inilah yang akan menghambat upaya optimal kita dalam
mencapai keinginan yang tertuang dalam kata-kata tersebut.
Lalu
hal apa yang diperlukan agar kata-kata itu mempunyai daya
dorong yang kuat sehingga tidak hanya berupa hisan di mulut
melainkan sesuatu yang benar-benar terwujud ? Tidak lain adalah
tekad dan kesungguhan. Tekad dan kesungguhan akan menggerakkan
semua potensi yang ada di dalam diri kita sehingga apapun
yang diperlukan untuk membuktikan apa yang kita ucapkan itu
dengan sendirinya akan disupport oleh semua yang ada dalam
diri kita, baik itu pikiran, tenaga, maupun kemampuan lainnya.
Mengapa ini bisa terjadi ?
Coba
bayangkan ketika kita
berkeinginan untuk menemui
kekasih hati yang kita rindukan,
sementara keinginan itu
dirintangi oleh jarak, kendala
cuaca, atau keterbatasan
laninya, seperti transportasi, dan lain-lain. Apakah kemudian
kita tidak bisa menemuinya ? Dengan kekuatan tekad maka berbagai
cara akan diupayakan agar sang kekasih bisa ditemui. Pikiran
kita akan membantu kita mencarikan solusi atas semua kendala
itu, kadang-kadang bahkan kita tidak peduli dengan segala
resiko yang menghadang, yang penting keinginan hati terwujud.
Adapun
pikiran dalam hal ini akan membantu memberikan segala informasi
yang dimilikinya untuk memberikan jalan kepada kita untuk
mengatasi semua kendala yang muncul. Apabila dalam pelaksanaanya
timbul hambatan, tekad akan mendorong pikiran untuk mencari
alternatif lain, demikian seterusnya. Jadi bukan kekuatan
pikiran yang mengawalinya melainkan kekuatan tekad yang mnggiring
pikiran untuk menemukan semua jawaban dan membimbing kita
ke jalan yang akan menghantarkan kita kepada keinginan atau
kata-kata yang kita ucapkan.
Sebaliknya
jika tidak disertai dengan kekuatan tekad, pikiran kita akan
selalu memberikan inforamsi yang bias. Di satu sisi dia akan
menginformasikan hal-hal yang mendukung, sementara pada saat
kita mengalami hambatan, dia akan memberikan kita informasi
yang menakutkan dengan bayangan-bayangan kegagalan yang diketahuinya
sehingga tekad yang tanggung akan kendur dengan sendirinya
dan akhirnya kita berhenti melakukan hal-hal yang perlu dan
sebagai hasilnya apa yang kita katakan atau yang kita inginkan
tidak akan terwujud. Padahal tidak jarang, jika saja masalah
itu diatasi maka keinginan kita langsung terwujud, karena
hanya tinggal itu saja sebenarnya yang
menjadi kendala, setelah itu tidak ada lagi hambatan yang
berarti.
Nah
sejauh mana keinginan kita untuk mewujudkan suatu impian sudah
disertai dengan tekad seperti
halnya
ketika kita ingin menemui kekasih yang dirindukan ? Di sinilah
kekuatan kata- kata dan keingian akan menentukan apakah hal
itu akan terjadi atau hanya sekedar omongan belaka. Tanyakan
kepada diri Anda sekuat apakah keinginan yang muncul itu,
apakah merupakan tekad yang sungguh-sungguh atau hanya sekedar
kata-kata yang sebenarnya membohongi diri sendiri atas kekecewaan
kita menjalani situai yang tidak diinginkan. Silakan direnungkan
!!
Kembali
ke Atas |
|
|